Selama ini pengembangan bakat anak kurang mendapatkan perhatian dan tempat yang berarti di dunia pendidikan kita. Padahal dalam rancangan kurikulum baru nanti (yang digagas), bakat merupakan salah satu faktor penting penentu keberhasilan seorang siswa didik. Karena itulah maka bakat seorang anak didik mestinya menjadi perhatian serius dari para pelaksana pendidikan untuk mengantarkan mereka ke gerbang keberhasilan. Bakat adalah potensi terpendam yang perlu digali dengan cermat, mana yang paling menonjol, kita tidak akan tahu secara pasti sebelum kita menemukannya.
Dalam konteks ini banyak cara dan strategi, yang sebenarnya bisa dilakukan untuk menggali bakat anak-anak di sekolah maupun di rumah, misalnya dengan mewajibkan setiap anak untuk memilih kegiatan di luar akademik (ekstrakurikuler) yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Misalnya kegiatan di bidang agama, seperti mengaji, kaligrafi, dan sebagainya. Di bidang seni, seperti menyanyi, menari, melukis, drum band, memainkan alat musik, drama, dan sebagainya. Dibidang olahraga, seperti sepakbola, bulutangkis, berenang, tenis meja, olahraga beladiri dan sebagainya. Dibidang keterampilan, seperti menjahit, menyulam, membingkai, merias, tata boga, tata busana, dan sebagainya.
Selengkapnya>>